Pesantren Al Falah dibangun secara bertahap sejak tahun lima puluh oleh pendirinya, yaitu almarhum Bapak KH, Saefudin Ahmad atau yang lebih dikenal denga panggilan ustadz Idi, Beliau adalah seorang pendidik yang juga aktif di pergerakkan sejak zaman penjajah Belanda. Jepang bahkan sampai zaman kemerdekaan, Beliau beberapa kali keluar masuk penjara karena perjuangannya yang konsisten untuk menegakkan Syari’at Islam.Keyakinan akan pentingnya pembangunan sumber daya insani ummat sesuai dengan teladan dari Rasulullah SAW pada tahap awal da’wahnya, bangunan yang pertamakali didirikan adalah ruang belajar (madrasah) dengan mengkhususkan pada pendidikan agama, Kemudian setelah cukup banyak orang yang mau melakukan sholat baru dibangun mesjid, Menurut pendapatnya akan sia-sia dibangun mesjid jika belum ada orang yang mau sholat dan meramaikan mesjid tersebut.
Pada tahun 1958, madrasah diniyyah Al Falah dirubah statusnya menjadi Madrasah Ibtidaiyyah Al Falah, dan Bapak Ustadz H, Saefuddin Ahmad menjadi guru agama yang diperbantukan dari Departemen Agama dan sekaligus merangkap sebagai kepala sekolah. Pada 13 Januari 1961, atas usulan beberapa teman beliau, Pesantren Al Falah dibuat Badan Hukum berupa yayasan yang diberi nama Yayasan Pesantren Islam Al Falah, dengan ketua Bapak KH Ahmad Sobandi, dan Pak Ustadz menjadi wakil ketuanya.
Sekolah lanjutan mulai dirintis pada tahun 1964, yaitu dengan didirikannya sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA 4 tahun), tetapi kemudian PGA ini dirubah menjadi Tsanawiyyah pada tahun 1974 sesuai dengan ketentuan Departemen Agama, dimana pada waktu itu sekolah PGA swasta jumlahnya dibatasi dengan alasan sudah kelebihan tenaga pengajar agama islam untuk sekolah dasar.
Karena pertimbangan teknis dimana lulusan madrasah tsanawiyyah pada saat itu tidak dapat melanjutkan ke SMA, serta beberapa pertimbangan teknis dan administratif yang kurang kondusif, maka pada tahun 1976 Madrasah Tsanawiyyah (MTs) Al Falah ini dirubah menjadi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Falah dengan menerapkan kurikulum Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pada tahun 1976 ini Madrasah Ibtidaiyyah dirubah statusnya menjadi Sekolah Dasar (SD), Dengan demikian sejak tahun ini sekolah-sekolah Al Falah kurikulumnya berorientasi pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sedangkan pola pengajaran salafiyyah tetap dijalankan secara baik dan konsisten.
Dalam upaya memenuhi harapan para jamaah dan alumni yang telah mukim dan terjun dan mengabdi di masyarakat dengan mendirikan madrasah atau pesantren sendiri, maka pada tahun 1978 didirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Falah. Dalam meningkatkan peran Pesantren Al Falah dalam era industrialisasi yang sedang berkembang, maka pada tahun 1984 didirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan tiga jurusan, yaitu Jurusan Teknik Listrik, Jurusan Mesin Perkakas dan Mesin Otomotif.
1 komentar:
mantabb...!!!
Posting Komentar